ageungtea.blogspot.com

Selamat datang di blognya orang koperasi.
Tidak ada maksud lain selain hanya ingin berbagi tentang sosok sebuah badan usaha bernama koperasi yang dikenal sebagai soko guru perekonomian nasional.

Ditengah hiruk pikuk dan derasnya arus globalisasi keberadaan nya selalu dipandang sebelah mata padahal ternyata sosok badan usaha ini mampu bertahan ketika badai krisis menimpa perekonomian negara kita.

Pembangunan koperasi masih sebatas pemanis bibir, benarkah ?

Mohon maaf jika pendapat yang terlontar kurang tepat dan sama sekali tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun terutama para pemangku kebijakan.

Mengapa dipersulit kalau bisa dipermudah

Koperasi Jaya !

Indonesia Perkasa !

Salam koperasi,
Ageung_tea

Senin, 21 Juli 2008

Lebih Mengenal Koperasi

Bung Hatta Sebagai Bapak Koperasi Indonesia berkata : Bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang Koperasi.
Berbagai agenda kegiatan dalam rangka peringatan hari koperasi ke 61 tahun 2008 digelar sudah. Acara ziarah ke makam Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta dan Niti Soemantri Ketua DEKOPIN pertama sampai pergelaran wayang golek. Angka peringatan ke 61 tahun 2008 dihitung dari Kongres Koperasi Ke I di Tasikmalaya yang digagas oleh tokoh-tokoh koperasi Jawa Barat dan dimotori oleh R. Niti Soemantri yang dalam kongres tersebut terpilih sebagai ketua DEKOPIN pertama yang saat itu bernama SOKRI. Namun berbicara koperasi ternyata masih banyak diantara kita yang tidak faham apa koperasi dan bagaimana peri kehidupan berkoperasi sesuai jati diri dan prinsip-prinsip koperasi.

Apa Koperasi ?
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi. Dari pengertian itu dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
  2. Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko, penyedia agunan, dan lain-lain.
  3. Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
  4. Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Sementara menurut ICA Cooperative Identity Statement, Manchester, 23 September 1995, Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis.

Prinsip-prinsip Koperasi :
Koperasi bekerja berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip ini merupakan pedoman bagi Koperasi dalam melaksanakan nilai-nilai Koperasi.
  1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender, latar belakang sosial, ras, politik, atau agama.
  2. Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusaan laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam Koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dikelola secara demokratis.
  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demoktaris. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua dari tujuan seperti di bawah ini :
    a. Mengembangkan Koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.
    b. Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi.
    c. Mendukung keanggotaan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota
  4. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila Koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu harus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya:
    a. Pengawasan yang demokratis dari anggotanya.
    b. Mempertahankan otonomi koperasi.
  5. Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota,pengurus, pengawas, manager, dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan Koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada maasyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyaralat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
  6. Kerjasamaa antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat lokal, regional dan internasional, maka:
    a). Gerakan Koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif. b). Dapat memperkuat gerakan Koperasi.
  7. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota
Prinsip Koperasi menurut UU No. 25/1992 :
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerja sama antar Koperasi.

Tidak ada komentar: